Tampilkan postingan dengan label keanehan sehari-hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keanehan sehari-hari. Tampilkan semua postingan

5.17.2010

This is how i value myself

If you value yourself, you will value your time.
--somebody

I value myself as a genius and a cool guy

--genius is 1% inspiration, 99% perspiration--

3.28.2010

Tentang Menjadi Seorang Pria yang Baik dan Bertanggung Jawab

Saya selalu berusaha untuk bisa menjadi seorang pria yang baik dan bertanggung jawab, juga selalu berfikir dan mencari tahu apa yang harus dimiliki seorang pria agar dia bisa menjadi baik dan bertanggung jawab. Dalam usaha saya tersebut, figur yang darinya saya selalu coba ambil pelajaran adalah Rasulullah SAW (pastinya), ayah saya, dan orang-orang di sekitar saya baik yang nyata (teman-teman, orang lewat, dll) maupun yang fiksi (superhero, tokoh komik, tokoh film). Saya sadar kalau usaha ini mungkin gak akan pernah selesai karena saya emang gak akan pernah sempurna, tapi seperti kata Bruce Lee:
Ada beberapa tujuan yang ada bukan untuk dicapai, tapi hanya untuk dituju.

Menurut saya, kesempurnaan (sebagai seorang pria yang baik dan bertanggung jawab) adalah salah satunya.

Selama ini saya selalu mencari-cari, apa sebenarnya yang membuat seorang pria menjadi seorang pria? Hmmm...saya berhasil merumuskan beberapa teori, tapi teori yang menurut saya paling masuk akal dan bisa diterima adalah bahwa seorang pria sejati selalu punya tujuan

Saya selalu berpikir kalau kepemimpinan adalah sebuah keniscayaan bagi para pria. Cepat atau lambat, pasti akan tiba satu waktu bagi seorang pria untuk memimpin orang lain, minimal istri dan keluarga. Karena tujuan/visi adalah hal yang paling krusial dalam kepemimpinan, maka seorang pria harus punya tujuan hidup. Kalo nggak, dia gak akan cuman menyesatkan dirinya, tapi juga orang-orang yang dia pimpin. Di film-film, tokoh utama pria yang keren-keren biasanya punya karakter hard boiled, yaitu “pantang menyerah untuk mencapai tujuan tanpa teralihkan oleh emosi”(Shotaro 2010).

Tapi dunia ini terlalu besar dan terlalu rumit bagi pria sehebat manapun. Terkadang, selalu saja ada yang membelokkan langkah kita dari jalan menuju tujuan—sebuah kejadian “kebetulan” ataupun konsekuensi logis dari sebuah kesalahan. Oleh karena itu, menurut saya seorang pria juga harus belajar menggunakan hatinya, supaya dia bisa sadar kalo keluar jalur dan bisa mengambil hikmah dari setiap rintangan yang dihadapi sepanjang perjalanan menuju tujuan. Cita perlu rasa, jadilah citarasa (Fillah 2004). Meskipun banyak hal yang merintangi seorang pria dalam mencapai tujuannya, seorang pria gak boleh menyerah. Gak boleh menyerah, itu harga mati. Seseorang pernah bilang ke saya “kalau suatu tujuan terasa tidak mungkin untuk dicapai, jangan kompromikan tujuannya, namun berpikirlah lebih fleksibel dalam mencapai tujuan tersebut”.

Mari mencapai tujuan dan belajar menggunakan hati :-)

3.01.2010

hanya corat-coret absurd

Aku percaya kalau dari hal-hal yang menyusun rasa cinta kita pada seseorang, 90%-nya adalah keinginan kita untuk terus mencintai orang tersebut, sisanya adalah rasa cinta itu sendiri.
Hal ini membuatku bingung.

Aku tahu aku mencintaimu,
tapi aku tak tahu apa aku ingin terus mencintaimu.

1.31.2010

Dalam pribadi yang sexy, terdapat sinergi.

Apa yang kebayang kalo denger kata "sexy"? Buat cowok, mungkin bodi yang aduhai, ukuran anggota badan yang serba "wah", atau tingkah laku menggoda yang "provokatif". Buat cewek, yaa...ga tau, lah ya. Tapi yang saya pikir kayaknya yang kebayang sama para cewek ketika denger kata "sexy" mungkin perut six-pack ama pantat yang imut (maafkan kesotoy-an ku, wahai para wanita!!!). Yang jelas dulu saya waktu SMP pernah ditumbalin jadi seksi kebersihan (ga nyambung :p).

Ketika saya tanyakan apa arti "sexy" kepada mbah google, yang keluar adalah link-link kayak gini:

mantap, gan...

Kalo menurut dictionary.com, definisi "sexy" itu adalah:
1. concerned predominantly or excessively with sex; risqué: a sexy novel.
2. sexually interesting or exciting; radiating sexuality: the sexiest professor on campus.
3. excitingly appealing; glamorous: a sexy new car.

Dua poin dari ketiga definisi di atas plus jawaban mbah google menyebutkan bahwa "sexy", sesuai namanya, selalu berhubungan dengan seks. Entah itu sesuatu yang bersifat seksual, atau dapat membangkitkan ketertarikan seksual. Kalo saya, sih lebih suka mendefinisikan kata "sexy" dengan poin ketiga dari tiga definisi "sexy" menurut dictionary.com, yaitu "sangat menarik, mengagumkan, glamor". Soalnya, saya udah ketemu sama orang-orang yang menurut saya "sexy" tapi nggak ampe segitunya ampe bisa membangkitkan ketertarikan...yah..seksual atau punya hal-hal yang mungkin biasa dibayangin ama cowok2 ketika denger kata "sexy" seperti yang saya sebutin di awal tulisan ini.

Dalam kehidupan sehari-hari; cewek yang saya pikir sexy adalah cewek yang berkawat gigi, cewek yang mandiri dan ga banyak macem-macem, cewek yang punya lesung pipit, dan cewek yang hapal struktur molekul2 kimia organik yang susahnya minta ampun itu. Meskipun mereka ga punya ukuran bodi yang berkebihan, suara mendayu-dayu, sifat menye-menye, atau tingkah laku yang "provokatif", cewek-cewek kayak gitu adalah cewek-cewek yang bikin saya geregetan. Setelah dipikir-pikir lagi, sepertinya saya menganggap kalo keseksian seseorang itu bisa keliatan bukan bodinya semata, tapi dari sinergi semua hal yang ada dalam dirinya.

Saya pernah ketemu sama seorang cewek, gayanya asik banget. Saya ga tau apa yang hebat dalam diri si cewek; bodinya biasa aja, wajahnya standar, senyumnya ga bagus-bagus amat, tingkah lakunya ga genit, tapi yang muncul di pikiran saya ketika liat si cewek itu adalah "She's HOT!!!"

Setelah diliat lagi, ternyata dia adalah cewek yang unik. Cara jalannya unik, senyumnya unik, cara dia ngomong unik, kepribadiannya (dari yang saya liat sekilas) unik, lalu semuanya itu bersinergi dengan komposisi yang pas sedemikian rupa sehingga tampak sangat menarik dan mengagumkan di mata saya. Kehadiran dia seakan ngebuka mata saya bahwa kaum hawa ternyata memiliki pesona yang sangat misterius bagi para pria. Oke, mungkin hanya pria aneh kayak saya. Tapi tetep, saat itu saya serentak sadar bahwa pesona keseksian seorang wanita bisa melampaui materi, atau sesuatu yang bisa diukur. Dan pesona itu timbul bila para pria bisa melihat sang wanita secara keseluruhan, bukan dari satu bagian aja.

Maka saya berpikir kalo dalam pribadi yang sexy, terdapat sinergi dengan komposisi yang pas.

Ahahay... :-D

1.15.2010

Insiden Truk Maut.

Sebelum mulai dengan apa yang bener-bener pengan saya nulis di entri kali ini, saya mau ngasi informasi kepada para pembaca setia tulisan saya kalo saya berenti ngimpor entri blog ini ke facebook dalam bentuk notes. Jadi buat temen-temen yang mau baca tulisan-tulisan saya sering-sering surfing ke blog ini, ya!

Oke, mari kita mulai. Empat hari ke belakang saya habisin dengan ikutan acaranya KM ITB, Diklat Aktivis Terpusat (DAT), yang katanya merupakan diklat buat "kader-kader terbaik himpunan". Boong banget, kader terbaik himpunan mah ga perlu ikut diklat gituan, kader terbaik himpunan bakalan diem di himpunan dan ngurus himpunannya. Eniwei, terbaik ato ga terbaik, saya ikutan DAT sebagai perwakilan dari Nymphaea bareng Gita, Elgi, dan Dodi. Alesan saya ikutan diklat itu adalah pengen bisa kenalan sama anak2 ITB dari himpunan2 laen dan unit2, sekalian pengen tau sebenarnya anak ITB tu kayak gimana. Soalnya kalo dalam skala ITB, saya masi tergolong ansos--jarang ikutan kepanitiaan macem2 dan jarang nongkrong di CC barat.

Dan hal yang saya dapetin dari DAT adalah:
  1. Anak ITB suka berwacana dan bertele-tele.
  2. Pembicaraan tentang posisi, peran, dan fungsi mahasiswa adalah pembicaraan yang panjang dan bikin ngantuk, bahkan mengawang-awang (masa saya disuruh bikin padi rekayasa genetika buat dijualin sama pengemis supaya mereka ga minta-minta? emangnya rekayasa genetika gampang, mas?!).
  3. Pengamalan ilmu dalam Pengabdian Masyarakat adalah bedanya mahasiswa bertanggung jawab sama mahasiswa abal-abal.
  4. Ide itu priceless.
  5. Pendidikan di Indonesia belum bisa bikin siswa didik tau tau bakatnya yang sebenernya.
  6. Nymphaea, menurut saya, masih tergolong cupu kalo dibandingin ama himpunan yang laen (karya kita gak keliatan, temen-temen!!!).
Namun semua yang saya dapet dalam tiga hari pertama itu menguap habis pada hari keempat. Gara-gara suatu kejadian berbahaya, menantang, menegangkan, yang saya beri nama.... INSIDEN TRUK MAUT!!!

jengjengjeng...(SFX film thriller)

Sebagai kegiatan penutup, peserta DAT diajakin buat berkunjung ke desa binaan KM-ITB di Cililin, namanya Desa Kidang Pananjung. Desa ini masi cukup jauh dari peradaban, letaknya di gunung, dengan jalan yang NUANJAK dan banyak lobang. Dari asrama DAT di Ciburial, kita naek angkot nyampe Desa Cililin, trus disambung dengan truk pickup buat mengarungi (cie bahasanya) jalan nanjak ke Desa Kidang Pananjung.

Nah, di truk brengsek inilah terjadi pergolakan hidup dan mati melawan maut.


Jenis truk maut pembawa bencana.


Liat gambar truknya. Liat dinding baknya yang pendek, pemisah antara hidup dan mati penumpang yang berjejal di atasnya...

Satu truk dinaikin sama...saya ga tau tepatnya, pokoknya banyakan. Kita semua berjejalan di atas bak terbuka kepanasan kayak sapi. Tapi kayaknya sapi lebih berharga dari kita, soalnya truk yang dipake buat ngangkut sapi dindingnya lebih tinggi dari itu. Kok bisa, ya truk kayak gitu bisa jadi transportasi yang mengancam nyawa? apakah saya berlebihan? Silakan lanjutkan membaca.

Tadi, kan saya udah bilang kalo jalanan menuju Desa Kidang Pananjung itu nanjak banget dan bolong-bolong. Nah, sekarang bayangin kalo orang banyak berjejalan naek di atas bak truk yang kayak gitu di jalanan yang nanjak. Ketika si truk jalan ke satu arah, otomatis berat orang-orang bakal terkonsentrasi ke arah sebaliknya (kalo truk jalannya nanjak, berarti berat terkonsentrasi ke arah belakang dan sebagainya. It's a little thing they called "gravity" and "sentripetal force"), akibatnya mau gak mau orang yang diem di pinggir-pinggir harus nahan berat berpuluh-puluh orang di depannya. Dengan dinding bak yang sependek itu, kalo gak ditahan orang-orang bisa pada jatuh kelempar keluar pas jalan nanjak ato belok. Bayangin orang-orang yang berdiri di pinggir nahan beban berpuluh-puluh orang di depannya sambil berusaha supaya mereka sendiri ga jatoh kelempar dari truk dibatasin sama dinding setebel 5 senti dari besi yang tingginya cuman sepinggang. HOROR.

Truk engkel bak pendek + banyak orang + jalanan nanjak dan bolong-bolong = MAUT

Beberapa temen saya hampir kelempar keluar, beberapa lagi jadi dendeng kejepit pantat orang dan dinding bak. Si Brian, anak geologi pantatnya udah di luar truk, bakal jatoh kalo nggak ditahan. Saya sendiri hampir jatoh (meskipun ga separah si Brian), dan kacamata saya hampir patah ketindihan badan orang. Bener-bener horor. Lima belas menit pertama perjalanan emang lucu, masih banyak yang ketawa-ketawa dan ngerokok, tapi di sisa perjalanan udah gak ada yang lucu lagi. Cuman rasa takut dan kesel yang nyisa. Kata yang paling diucapin sama saya dan temen-temen yang ikut naek di truk tiap tanjakan ato belokan adalah "ANJIIIIIIIIIIINGGGGG....!!!!!!"

Materi selama tiga hari, pun menguap semua seiring kata-kata makian kita pada panitia. Roller coaster dufan kagak ada apa-apanya dibandingin truk maut sialan itu. Kalo di roller coaster ada pengamannya, sedangkan di truk maut gak ada. Belum lagi taruhannya nyawa. Kata temen sekelompok saya, si Gata dari KMPN, sodaranya ada yang jatoh dari jip trus lumpuh dan akhirnya mati. Bayangin, cuman dari mobil jip aja udah kayak gitu apalagi dari truk yang setinggi itu?!

Alhamdulillah gak ada yang bener-bener jatoh seperti yang ditakutin (kecuali dompet si Brian). Di perjalanan pulang, kita gak berenti-berenti ngomongin soal pengalaman di truk maut. Tapi meskipun pas kita ngalamin rasanya takut banget setengah mati, ternyata setelah kita ngelaluinnya dengan selamat rasanya lucu juga. Kita ketawa-ketawa sambil ngomongin kejadian itu. Si Gata bahkan bilang:
"Mencurangi kematian itu adalah hal yang luar biasa, anjing".

Pokoknya setelah pengalaman truk maut saya jadi sadar kalo hidup itu berharga, jangan disia-siain. I learn that the hard way...

Gobloknya, di kontrak belajar panitia bikin aturan kayak gini:
Dilarang membeli makanan dan minuman di sekitar area DAT.
Pas ditanya apa alesannya, panitia ngejawab "Soalnya kami gak yakin sama kesehatan jajanan di sini, kami khawatir sama kesehatan kalian."

Khawatir mbahmu!!! Nyawa kita hampir melayang, tauk!!!

THE INCREDIBLE LAST-MINUTE MAN

Kalau ada yang nanya apa hal paling berguna yang saya pelajarin selama semester pertama saya kuliah di jurusan biologi ITB, mungkin itu adalah sebuah fakta yang akhir-akhir ini selalu saya temuin:
“Di saat waktu mepet, segala sesuatu yang bisa kacau akan kacau.”

Oke, mungkin gak selalu kayak gitu. Banyak orang mungkin gak setuju. Fine, mungkin itu bukan fakta, mungkin itu murni pemikiran saya. Itu adalah sebuah teori. Kalo boleh, saya bakal menyebutnya Teori Strangeman.

Teori kayak gitu dateng dari kerepotan saya dan temen-temen dalam bikin laporan praktikum tiap minggu. Jadi ceritanya, banyak di antara kita adalah deadliner, orang-orang yang selalu menyelesaikan pekerjaan di saat-saat terakhir. Dan di saat-saat terakhir, seperti yang selalu saya alamin, semuanya selalu mendadak jadi gak beres. Misalnya, saya dan temen-temen sering nge-print di printer sekre himpunan. Printer di sekre bisa print warna, dan yang paling penting, nge-print di sana bisa ngutang (namanya juga mahasiswa…). Nah, sering banget pas kita baru selesai ngerjain laporan subuh-subuh di hari laporannya harus dikumpulin, kita nyoba ngeprint di sekre, dan BZZZZT!!!! Printernya tiba-tiba bermasalah—mendadak nge-jam, lah; tinta abis, lah; kertas abis, lah; padahal pas sore sebelumnya tuh printer terkutuk masih baek-baek aja!!! Hal-hal kayak gitu sering diperburuk sama kita yang gak ada antisipasi. Akhirnya, pagi hari di awal minggu diabisin dengan memaki-maki printer sambil nyari tempat ngeprint yang udah buka jam tujuh pagi.

Atau contoh lain, pas Musyawarah Anggota himpunan saya ditugasin buat ngumpulin 50 orang anak angkatan saya buat menuhin kuorum. Pas hari-H ternyata yang dateng cuman 40-an. MA-nya diundur beberapa menit karena kuorum belum terpenuhi. Akhirnya saya telfonin anak-anak yang ga dateng atau gak kejarkom buat dateng cepet-cepet. Ajaib, mendadak tiap nomor gak aktif, mendadak tiap telfon saya agak diangkat (padahal tiap saya mencet tombol “call” dan nelfon mereka secara gak sengaja, mereka angkat telfonnya, bikin pulsa saya morotin), dan orang-orang yang bilang ke saya mereka bakal dateng tiba-tiba pacarnya sakit atau apalah. Dan masi banyak contoh-contoh lainnya. Hal-hal kayak gini selalu terjadi dalam hidup saya ketika waktu mepet. Selalu. Oke, hampir selalu.

Tapi anehnya, somehow, saya selalu survive. Somehow, saya bisa ngumpulin laporan dan memulai MA (meski agak telat dikit) meskipun harus melalui krisis-waktu-mepet tersebut. Dan krisis yang saya alamin (hampir) selalu gagal bikin saya lebih waspada dan lebih berantisipasi sesudahnya. Krisis ini saya alamin tiap kali ada tugas laporan—tiap minggu, dalam satu semester. Tapi sekali lagi, somehow, saya selalu survive. Dengan segala kerepotan, tentunya. Tapi saya survive. Saya selalu berhasil melakukan apapun itu yang saya lakukan meskipun waktunya mepet. Hal ini bikin saya mikir, kalo jadi seorang deadliner, atau saya lebih suka menyebut diri saya The Incredible Last Minute Man, ga begitu buruk. Iya, kan?!

Terjebak dalam suasana krisis ketika waktu yang saya punya cuman sedikit maksa saya buat mikir dengan cara yang berbeda (lebih kreatif dan proaktif), bertindak dengan cara yang berbeda, dan ngajarin saya untuk berusaha tetap tenang dalam situasi tersebut. Maksud saya, saya belajar buat ngerti kalo sebenarnya sesulit apapun masalah yang terjadi dalam hidup seorang manusia, lambat laun pasti kita akan bisa menyelesaikannya asal kita gak nyerah. Ya, gak boleh nyerahpada situasi apapun juga adalah satu pelajaran yang saya pelajarin di semester ini. Saya pikir, permasalahan yang bakal saya hadapin di masa depan bakalan lebih sulit daripada bikin laporan atau praktikum empat kali seminggu. Belum lagi tanggung jawab yang makin bertambah seiring bertambahnya umur. Mungkin kehidupan di luar sana jauh lebih bikin frustasi daripada kehidupan di kampus, dan untuk memecahkan masalah mungkin kita harus punya cara pikir yang berbeda atau lebih advance dari cara pikir kita sekarang. Makanya, “sedikit” krisis mungkin bisa kita jadiin salah satu cara ngebiasain diri nyelesein masalah sulit supaya kita bisa bertahan di kehidupan nyata.

Well, intinya, saya pengen bilang kalo apapun yang temen-temen lakukan, lakukanlah dengan sekuat tenaga. Menyerah bukan pilihan yang bijaksana. Seberapa sulit pun krisis yang temen-temen laluin, seberapa pun terbatasnya sumber daya atau waktu yang temen-temen punya, apa yang temen-temen pengen pasti bisa temen-temen dapetin asalkan temen-temen maksa dan ngotot buat terus usaha. Jadi, yah, JANGAN MENYERAH!!!

Btw, betapapun saya mikir kalo ada hikmah di balik ngerjain laporan yang menumpuk-numpuk tiap minggu, saya tetep pengen bilang kalo laporan sucks. Sekali lagi, LAPORAN SUCKS!!!

12.26.2009

Puisi Seorang Mahasiswa Biologi Semester Ketiga.

Puisiku mengurai susunan basa dalam rantai DNA dengan bahasanya sendiri.
Bahasa yang dimengerti orang awam yang tak mau repot-repot belajar soal transkripsi.
Dan kau akan temukan dirimu di dalamnya.
Di tiap anterior dan posterior, distal dan proksimal, dextra dan sinistra.
Saat kau terhimpit berlembar-lembar laporan, atau saat kakimu
fraktura
demi hiburan yang tak seberapa.

Bukan, bukan hanya soal cinta
tapi juga soal bau busuk menyengat
dari buangan yang kau keringkan
lalu kau timbang
tiap pagi, siang dan petang
sampai satu minggu berselang.

Tapi juga tentang rintihan-rintihan
kata-kata terakhir yang tak sempat terucap
dari mereka yang kau putuskan lehernya
kau pisahkan kepala dari tulang rusuknya
sampai putus ekornya, lalu kau bongkar isi perutnya dengan wajah tak berdosa
demi kemajuan ilmu pengetahuan umat manusia.

Kawan, puisiku berbicara
bahwa dunia kita
tak berakhir di daftar pustaka.

Perenungan 19 Tahun.

Sembilan belas tahun kulihat kembali
rentetan kisah hidup yang tersusun rapi.
Berawal dengan sekelompok pemuda dengan kostum warna-warni
dan pahlawan bertopeng bersenjatakan pedang matahari.
Lalu aliran waktu berjalan pelan tapi pasti.
Sampai kulihat musik berkualitas masih ada di MTV
untuk terakhir kali.

Kini, televisi membuka kelas akselerasi.
Dan cinta, dengan segala interpretasinya
telah dieksplorasi hingga sisi tergelapnya.
Bunyi-bunyian kosong mencuci otak, entah di bagian mana
membuat kita percaya kalau kita suka
pada melodi dan kata-kata yang itu-itu saja.

Kenapa hanya mendayu-dayu
yang kau ambil dari tanah melayu?

Aku tak percaya dengan warna abu-abu!
itu hanya akal-akalan para mantan pembantu
supaya payudara dan pinggul mereka laku!

Relativitas membawa masa depan ke depan wajah
terasa begitu cepat, padahal terakhir kali kuingat
satu menit masih 60 detik dan aku masih bermain ular tangga di garasi.
Siluet kiamat dan akhir dunia membuat banyak orang mengantri
tapi aku berpikir
bahwa sebenarnya, yang membuat kita ngeri
dalam bentuk yang tak kita pahami
bukan pemanasan global atau tsunami
atau kehancuran bumi.

Tapi semesta yang terus hidup dan berubah
sedang kita abadi
dalam stagnasi.



Epilog:
Aku berdiri dan berpegangan teguh
walau kutahu genggamanku rapuh
pada apa yang tersisa dari apa
yang kuyakini
yang kumengerti.

12.06.2009

figuran

hanya figuran yang mencoba jadi pemeran utama
hanya meteor yang melintas di jalur rotasi bumi
hanya orang asing

berteriak di ruang hampa
suarakan inginku untuk bersinar
bersama titik-titik cahaya di bawah sana
benderang
tak ada yang tahu rasanya
melayang di cakrawala bermandikan sinar mentari
setiap hari mendengar suara-suara jeritan
dan gelombang-gelombang berbagai frekuensi berkelibat di depan mata

namun seberapa keraspun aku berusaha, aku
hanya figuran yang mencoba jadi pemeran utama
hanya meteor yang melintas di jalur rotasi bumi
hanya orang asing

12.05.2009

Isolasi Ide

yang kulakukan hanya menggerus otakku dalam buffer yang tepat
membentuk kompleks dengan hal-hal yang tidak diperlukan
lalu membilas semua residu yang masih tersisa
dan dalam semua prosesnya
selalu kugunakan sarung tangan agar lemak dan keringat
tak merusak ide-ide yang sedang kuekstrak

kusentrifugasi beberapa kali setiap hasil isolasi
dan berharap dalam hati
semoga hasil elektroforesis menunjukkan kalau ideku terwarnai
terurut
tak terkontaminasi.










12.03.2009

kenapa begitu sulit bagiku
untuk menghargai waktu



untuk menghargai uang



untuk mengha
rgai sebuah komitmen yang tlah dibuat dan mensyukuri setiap nikmat yang Dia berikan?

11.22.2009

Semua kata-kata sudah ada di kepala, aku hanya perlu menyusunnya dengan urutan yang benar.

sampai kapan masa lalu akan mengekang tiap inspirasi dan rasa
yang seharusnya terungkap?
kuputuskan sampai detik ini saja aku menjadi seniman gadungan
dan kembali artikan ritme-ritme
dalam riak kopi yang mulai dingin menjadi kata-kata
dan nada.

11.20.2009

My List of Prayers

  1. Figuring out what i really want to do in this life
  2. A new flash-drive--even more, an external harddisk!
  3. Guitar-case
  4. Kostan (don't know the english--anyway, being a commuter sucks!!)
  5. Internet connection. Really, really fast internet connection
  6. "It's Not How Good You Are, It's How Good You Want to Be" by Paul Arden
  7. The next episode of "Big Bang Theory" season 3
  8. "Doctor Who" series
  9. Star Trek TOS and TNG series
  10. Watching "Sang Pemimpi" with my pals
  11. Pass Basic Chemistry 2a and Organic Chemistry
  12. A new laptop. I mean, a laptop.
  13. A good ol' Strangeman.

Being a Man

Being a man takes more than just a crappy quote
takes more than just updating a facebook status
takse more than just a note, or a blog post

there's a lot of things rattling in my head
advices and theories and.....things
i've always wondered how to crack the equation
sometimes i failed in the process
sometimes i lose
but the answer is simple

Being a man takes more than just a crappy quote
takes more than just updating a facebook status
takes more than just a note, or a blog post
it just takes......action
it's that simple.

The Human Flying Cockroach

Well, banyak hal untuk diceritakan akhir-akhir ini tapi saya lagi males nyeritain semuanya. Maaf, ya blogku tersayang, kamu jadi nggak keurus. Tapi ya sudahlah ga apa-apa, yang lalu biarlah berlalu. Sebagai anak muda yang lahir di bulan Oktober, kita harus selalu menatap ke depan (ga nyambung).

Beberapa waktu yang lalu saya kepikiran nama-nama yang keren buat dijadiin nama band. Nama-nama tersebut adalah "The Human Flying Cockroach", "The Funky Flashman", "Strangeman and The Additional Players", dan "Lords of The Broken Bone". Keren-keren, kan? semuanya terinspirasi dari komik-komik US yang saya baca akhir-akhir ini. Saya berencana buat ngeganti nama band saya yang sekarang (kayak dulu pernah punya band aja): S.M.I.T.H jadi nama yang ketiga, tapi langsung diprotes sama anak-anak.

Diantara keempat nama tersebut, yang paling saya suka adalah dua nama pertama: "The Human Flying Cockroach" dan "The Funky Flashman". Soalnya kedua nama itu terdengar, yah, kalo boleh saya katakan, "silver age". Kalo saya denger kedua nama itu, entah kenapa jadi kepikiran komik-komik superhero era silver age (taun 1970-an). Ciri khas komik-komik silver age adalah (sotoy mode: on!) cerita yang simpel, imajinasi yang simply hillarious, dan dialog yang (hampir)selalu diakhiri oleh tanda seru. Jadi saya mikir kalo emang ntar saya bentuk band dengan nama-nama itu, band yang saya buat bakalan punya karakter musik yang simpel dengan lirik yang hillarious dan penuh dengan bahasa-bahasa nerd. Yeah!!

Hmmm....sepertinya saya udah punya satu lagu yang pas buat dinyanyiin sama "The Human Flying Cockroach"/"The Funky Flashman". Lagu ini ditulis kira-kira dua bulan yang lalu, judulnya "L-A-B-I-L is the operative word":

L-A-B-I-L is the Operative Word
Lyrics by Strangeman.

Hey, everybody out there don't just sit in front of the monitor
Let's move your body a little bit although this ain't no dance floor
Put ur finger on the keyboard and explore
see your facebook Home and roar

L-A-B-I-L
L-A-B-I-L
L-A-B-I-L
L-A-B-I-L is the word yeah

Whatever you do, whatever you wanna write down
L-A-B-I-L is the operative word yeah
L-A-B-I-L, if you wanna make it works, yeah
It's absurd, it's meaningless, but it's what makes it fun
L-A-B-I-L is all you need to get a respond

L-A-B-I-L
L-A-B-I-L
L-A-B-I-L
L-A-B-I-L is the word yeah

i'm sure now all the people would get down
on this useless word of my own
but i will not worry, come on
as long as i'm L-A-B-I-L i'll never be abandoned

Dengan semena-mena saya udah nunjuk dua orang gitaris: Shabriwa Shalat dan Cimeng. Ada yang mau daftar jadi drummer, bassist, atau penari latar?!

10.09.2009

why people just don't get my joke? or my compliment?

Hidup sebagai strangeman berarti hidup di dunia asing, dunia yang tak terjamah oleh orang kebanyakan. Seperti berasal dari planet lain, atau dari masa depan, atau dari dimensi lain. Ketika saya memilih untuk menjalani kehidupan itu, saya sama sekali ga mengerti apa resikonya. Dulu saya berpikir kalo jadi beda itu selalu keren, selalu menyenangkan, selalu unik. Dalam pola pikir saya yang sederhana saya selalu berusaha jadi diri sendiri dan beda dari yang lain; atau bikin dunia sendiri lalu menganggap semua yang normal itu membosankan. Sekarang, setelah tambah umur; banyak liat dunia; kenalan sama banyak orang; saya baru ngerti. Jadi diri sendiri itu sulit.

Banyak banget, ternyata aspek dari diri saya yang susah dimengerti orang lain. Hal itu terbukti dari status saya di fesbuk, plurk saya, dan blog saya yang selalu sepi respon. Well, menurut saya apa yang saya tulis tu selalu sensasional, kontroversial, tapi tampaknya terlihat biasa saja bahkan ga wajar bagi banyak orang. Contoh lainnya adalah masalah joke dan pujian.

Pada suatu hari, saya menjadi ketua panitia wisudaan dan si 'ehem' (cewek berkawat gigi yang dirahasiakan identitasnya demi keselamatan jiwanya sendiri) menjadi salah seorang kadiv. Semua kadiv pada saat itu harus menghadap Bu Ida untuk membicarakan soal acara. Sayangnya, si 'ehem' terpaksa harus terlambat karena ada suatu urusan tertentu. Terjadilah percakapan berikut ini:

Ehem: "Pijar, nanti ada rapat bareng Bu Ida ya?"
Saya: "Iya, kenapa emang?"
Ehem: "Aku telat. Ada urusan dulu. Gapapa kan?" (retoris. Sebenarnya dia tau saya GA MUNGKIN bilang engga atas permintaan APAPUN yang dia ajukan)
Saya: "Oh, gapapa (tipikal)"
"Tapi saya khawatir kalo kamu telat"
Ehem: "Kenapa?"
Saya: "Ntar siapa yang tanggung jawab?!"
Ehem: "Oohh....tenang aja. Ada Dini (Nisfatin Mahardini)"
Saya: "......."

Ngerti, ga? coba baca sekali lagi.
Masih ga ngerti? coba baca lagi.

Jadi gini, "telat" yang dia maksud itu adalah terlambat. Sedangkan "telat" yang saya maksud adalah "telat" dalam artian telatnya siklus haid bagi wanita yang hamil, sebagai mana "telat" dalam "mas, aku telat tiga bulan". Makanya saya nanya "Ntar siapa yang tanggung jawab?!".

Dah ngerti, kan? Belum? yang bener aja!

Contoh lain dalam soal pujian. Kemaren, temen saya si Dhini (Andhini Nurulfadillah). Pake kaos warna abu-abu dengan lambang segitiga terbalik di dadanya. Kaosnya terlihat keren, mirip kayak kaos kru enterprise di film Star Trek. Saya memutuskan untuk muji dia:

Saya: "Dhin, kaos kamu kayak seragam kru enterprise!!"
Dhini: (dengan dinginnya)"Komentar aja, lu jar."

Waw.

Kesempatan lain, waktu saya liat si Valdi (Valdivia Idris) pake baju pink. Hari itu, dia keliatan manis banget. Jadi saya berencana untuk sedikit ngegombal. Sedikit saja.

Saya: "Val, kamu keliatan kayak eskrim coklat dengan topping selai stroberi."
Valdi: "Ih, Pijar JAHAT."

Dhini, Valdi, tak mengertikah kalian kalau itu adalah PUJIAN?!

Ada saatnya juga ketika saya ga tau kalo bercandaan saya udah kelewat batas. Seperti waktu kamis kemaren, si Fitri pake kaos putih bergaris-garis horizontal merah kayak orang madura.

Saya: "Fitri, beli sate dong."
Fitri: "Hah?!"
Saya: "Iya, kamu jual sate madura kan?!"
Fitri: (nada orang terdzolimi): "Pijar jahat sama aku!!"

Waktu itu saya aneh, kok bisa dia bilang saya jahat? padahal saya ga pernah berniat untuk menyakiti satu amuba pun! Lalu saya nanya ke si Pipit (Luh Putu Pitrayani Sukma):

Saya: "Pit, kok si Fitri bilang saya jahat sih?!"
Pipit: "Yaiyalah, masa orang lu bilang mirip kayak tukang sate?!"
Saya: "Emang tukang sate serendah itu, yah?!"

Maaf, ya Fit. Berkali-kali perut saya diselamatkan sama tukang sate jadi saya pribadi menganggap kalau tukang sate adalah pahlawan. Maaf kalau kamu tersinggung....

But that's the point of being Strangeman.
Cintailah keanehanku.

9.25.2009

240909

Ada apa dengan 240909?! Bukan, itu bukan tanggal bersejarah, bukan juga tanggal yang akan selalu saya kenang seumur hidup karena pada tanggal itu saya berhasil menyelamatkan dunia dari ancaman terminator. 240909 adalah tanggal saat saya akhirnya beli buku "Diary si Bocah Tengil" alias "Diary of a whimpy kid" karangan Jeff Kinney. Buku itu adalah semacam novel berbentuk jurnal (catatan harian, bukan tugas yang selalu bikin mabok setiap kali praktikum) bergambar yang bercerita tentang kehidupan Greg Heffrey, bocah SMP badung. Buat yang belum baca saya recommend banget deh. Lucu abis, soalnya. Eniwei, habis baca buku itu saya juga jadi pengen nulis pengalaman-pengalaman harian dalam bentuk jurnal. Hehe. Jadi inilah dia, apa yang saya lakukan pada 240909. Note: postingan kali ini mungkin bakalan jadi PANJANG dan MEMBOSANKAN, jadi kalo males kaga usah dibaca.

240909
Hari ini saya berencana buat jalan-jalan ke No Label Stuff di Jalan Trunojoyo buat beli kaos Efek Rumah Kaca. Seumur-umur lewat sana, saya ga pernah nyadar kalo jalan itu bernama Jalan Trunojoyo. Dasar bego. Tapi wajar, lah. Saya kan bukan anak gaol perkotaan kayak kalian. Saya pergi kesana naek angkot bareng Glenda ama Indah the Dragon. Sebenernya, sih saya bawa motor tapi si Glenda pengen dibonceng dan saya ga bawa helm jadi dia maksa saya buat naek angkot. Glenda Gloria memang teman yang "menyenangkan".

Nyampe di Jalan Trunojoyo, saya segera nyari toko yang namanya No Label Stuff. Susah juga, ya. Eniwei, kenapa sih nama distro selalu susah-susah dan kebarat-baratan?! UNKL347, NLS, what the hell does that mean?! Kenapa nama distro tuh ga nama yang gampang diinget kayak "Distro mbah encim", atau "Koleksi Distro Remaja Trunojoyo" disingkat KDRT. Kan gampang diinget, tuh. Sok banget namanya pake kebarat-baratan segala. Orang Indonesia mana ngerti?! Kembali ke desktop, pas saya berhasil nemuin No Label Stuff ternyata kaos Efek Rumah Kacanya tinggal 2. Yang satu warna item dengan desain yang.....yah....agak alay bergambar angsa yang pake baju balet dan bertulisan "Balerina", salah satu lagu Efek Rumah Kaca di album "Kamar Gelap". Yang satu lagi sebenernya kaos yang saya cari, desainnya kursi dan bertulisan "Saya simak Efek Rumah Kaca", tapi warnanya pink. Cukup satu aja kaos pink yang saya punya: kaos bergambar Spider-Man yang dibeliin ibu beberapa bulan lalu.

Perubahan rencana, saya ngajak Indah dan Glenda maen aja ke BIP nyari kaos superhero. Kalo ga salah saya pernah liat ada kaos Captain America di salah satu distro di BIP. Sehabis makan siomay, kita langsung cabut. Nyampe di BIP, ternyata saya menemukan baju Captain America yang saya cari. Tapi pas liat harganya, badan mendadak lemes, kaki serasa kehilangan kemampuan untuk menopang tubuh (lebay), bujubunengpadahariminggukuturutayahkekotanaekdelmanistimewakududukdimuka, MAHAL ABIS! Harganya dua kali lipat dari yang biasa saya beli di otlet. Kata si Glenda, yang dijual mereknya. Satu lagi yang ga saya ngerti dari distro-distro anak gaul dengan sistem kapitalis. Kenapa jual merek?! emang merek bisa dipake?! Salam Marshanda untuk para anak gaul kapitalis: MAKAN, TUH MERKE!!! eh, salah MAKAN, TUH MEREK!!!!!!

Bingung bagaikan para koruptor yang digeledah KPK, kita nyari-nyari tempat maen. Mau nonton, penuh abis sama orang-orang yang nonton KCB 2 (salam Marshanda juga untuk mereka: MAKAN TUH KCB!!!). Akhirnya, Glenda ngajak kita ke fudkort buat beli jus sambil nyengir-nyengir. Nah, saudara-saudara, berhati-hatilah dengan cengiran yang dicentil-centilin yang disertai nunjuk-nunjuk gambar smooothies, karena biasanya itu cengiran minta dibayarin. Dengan sukses, saya pun ngebayarin (baca: ngutangin) Glenda beli smoothies. Saya pun yang seumur-umur belum pernah beli gituan nyoba-nyoba beli MilkShake.

Ternyata rasanya UENAK TENAN! Milkshake yang saya pesen adalah sebuah minuman yang sangat sakral, artinya: harus dinikmati seelegan mungkin. Jangan sembarangan langsung kau habiskan, boi. Biarkan dulu rasa vanilanya bermain-main di lidahmu barang sebentar. Anehnya, minuman mahal dan enak kayak gitu entah kenapa cepet banget abis. Saya kaget ketika tiba-tiba isi gelas saya tinggal setengah. SIAPA YANG MINUM?!

Sambil minum/makan, kita bertiga ngobrol-ngobrol dan bercanda. Si Indah nyeletuk ke saya ama Glenda: "Kenapa kalian berdua gak jadian aja?!". Sambil ketawa-ketawa kita jawab: "Karena terlalu banyak orang yang bakal sakit hati kalo itu terjadi". Sesudah itu, kita kembali ngobrol dan Glenda minta dibeliin Green Tea Smoothies. Saya langsung bilang ke Indah: "Nah, inilah alasan kenapa saya ga akan pernah jadian ama Glenda".

Abis menikmati milkshake, kita ke Gunung Agung. Saya pun beli buku "Diary si Bocah Tengil" yang udah saya cari-cari sejak sebelum lebaran. Trus kita pulang, deh. Si Glenda naek angkot margahayu, saya ama Indah naek kalapa-dago. Si Indah terus ke kosannya di tubagus, saya turun di ITB buat ngambil motor n langsung cabut ke rumah nenek di jalan Laswi.

Di rumah nenek, saya menemukan hal bego lainnya. Keponakan saya, yang baru dapet duit lebaran dari nenek, ngabisin duitnya buat jajan di Alfamart. Yang dibeli bukan ciki, bukan mijon (baca: mizone), bukan permen, tapi vcd pelm Indonesia gajelas berjudul PULAU HANTU. VCD itu covernya bergambar hantu sejenis kuntilanak yang lagi berpose serem. Saya gatau harus takut atau ketawa. Takut soalnya dari kecil saya ANTI nonton pelm hantu. Orang idiot mana yang mau bayar mahal-mahal cuman buat ditakut-takutin?!. Pengen ketawa soalnya keponakan saya itu umurnya baru sekitar 8 taunan dan kayaknya dia beli vcd itu karena (menurut dia) gambar covernya bagus. 10 taun kemudian, saya yakin dia bakalan ketawa sampe guling-guling karena dengan polosnya udah ngabisin duit buat beli vcd pelm Indonesia yang....yah....begitulah. Ngeliat keponakan saya dimarahin bibi saya, saya cuman ketawa-ketawa. Hahahaha.

Pulang dari rumah nenek saya kejebak hujan. Berteduh dulu di musola pom bensin yang banyak nyamuknya. Dan "banyak" disini berarti BANYAK. Kulit saya digigitin ampe rasanya panas banget. Sialan, ni nyamuk. Tapi sesial-sialnya nyamuk, mereka tetep disebut-sebut dalam Al-Qur'an. Kalo ga salah Al Baqarah ayat 26. "Sesungguhnya Allah takkan segan-segan membuat perantaraan berupa nyamuk, atau lebih rendah daripada itu". Ngemeng-ngemeng soal Al-Qur'an, tau ga kalo ayat tentang makan lebih banyak jumlahnya dari ayat tentang solat?! Kalo ga percaya, cari aja sendiri. Itu ustadz saya pas SMP yang bilang. Iya, saya juga tau jadi ga nyambung.

Jam 8 malem-an akhirnya saya nyampe rumah juga. Lalu disusul ortu dan adik saya yang paling kecil yang ternyata baru pulang dari Bandung juga. Adik saya yang paling kecil, yang berumur baru lima taun, merasa jadi milyuner karena dikasih banyak duit lebaran sama keluarga. Sebenernya saya salut, adik saya baru lima taun tapi puasanya kagak ada yang bolong. Temen-temen cewek saya di kampus aja masih pada bolong-bolong. Aku salut padamu, wahai adikku! Eniwei, dia baru beli boneka yang bisa jalan dan nyanyi. Menurut dia boneka itu lucu, tapi bagi saya keliatannya kayak Chucky si boneka pembunuh di film "Child's Play". Serem. Saya mencoba memperingatkan adik saya tapi dia gak percaya. Dia malah nyalain si boneka sialan itu dan membuatnya bernyanyi:

"Twinkle-twinkle little star....how i wonder where you are..."

terus aja nyanyi kayak gituan berulang-ulang dengan suara yang serem. Nah, suaranya aja udah bisa bikin gendang telinga saya terganggu. Saya curiga jangan-jangan boneka itu adalah prototype terminator masa depan. Ide jenius. Saya pribadi seandainya saya adalah Skynet yang ingin menghancurkan umat manusia, saya akan bikin terminator-terminator penghancur dalam wujud boneka yang harmless. Mungkin sebenarnya mata si boneka bisa ngeluarin laser beam pemusnah dan dari badannya bisa keluar senjata penghancur. Dan karena di antara orang rumah cuman saya yang curiga, mungkin di masa depan saya akan jadi pemimpin pemberontakan umat manusia: Leader of The Resistance, Rancaekek Branch. Seandainya orangtua saya tahu hal ini mereka pasti ga akan sewot soal kamar saya yang berantakan.

Iseng-iseng, saya buka fesbuk. dan saya kaget. Fesbuk penuh orang kasmaran!!! Tiap klik saya pasti liat orang lagi pacaran. Wall-wall-an pake sayang-sayangan. Bikin panas aja. Mendadak jadi keingetan pas lebaran kemaren, saat saya dijadiin bulan-bulanan sodara-sodara di rumah nenek gara-gara ga punya pacar. Sebel! Kesel! Akibatnya, saya jadi ga fokus. Waktu bikin mi instan saya berkali-kali numpahin aer panas dan masak minya pake aer panas kebanyakan.

Saya pun menikmati mi instan buatan saya yang ga ada rasanya karena kuahnya kebanyakan sambil menggerutu. Sementara itu, di kamar ortu, si Chucky masih bernyanyi:

"Twinkle-twinkle little star....how i wonder where you are..."

9.20.2009

Lebaran Biru

Hari ini aku tahu dia akan bertandang ke rumahmu. Bertemu dengan keluarga dan orangtuamu, berbagi kue lebaran bersama, bersalam-salaman, meminta maaf dan menanyakan kabar mereka. Sesuatu yang tak bisa kulakukan. Belum.

Lalu sekilas seakan kulihat kau dan dia duduk di beranda, bercanda. Senyuman itu masih mengembang di bibirmu seakan tak pernah beranjak dari sana. Bunga di hatiku mekar, aku yakin dia juga. Dan seberapa tinggipun aku mengharapkannya, saat ini aku bukan dia. Bukan. Kau masih tersenyum untuknya. Senyum yang tak pernah kudapatkan. Belum.

Sekali lagi aku ingin mengadu pada hujan. Tapi sepertinya ia takkan turun hari ini. Matahari terlalu cerah, karena memang didesain seperti itu. Hari ini terlalu indah. Dan keindahan itu menghapus semua lamunan, semua kegelisahan, semua kekhawatiran. Keindahan itu memberikan pengharapan, menginspirasikan keikhlasan. Karena apa gunanya berkeluh kesah bila hanya hujan yang boleh mendengar?

Di hari ini, aku hanya mengharapkan maafmu.





Strangeman
200909

9.16.2009

curhat seorang anak sentimental yang ga mau jadi sentimental.

entahlah...sudah berapa lama saya terjebak dalam nuansa sentimental? ga tau berapa lama. Sejak SMP, SMA, sampai kuliah saya selalu terjerat dalam perasaan ini. Duh. Sebenarnya nuansa sentimental ini bagus juga karena selalu menjadi bibit kreativitas yang menghasilkan banyak karya. Tapi apakah karya yang bagus harus selalu dibangun dari sentimentalitas? Pengen rasanya menghasilkan suatu karya yang didasari kegilaan, keanehan, dan pandangan unik dalam melihat dunia. Sesuai nama, Strangeman Universe, harusnya blog ini adalah tempat curhat orang aneh. Tapi kok rasanya jadi tempat curhat orang melankolis, ya?

Hasrat melankolis dalam diri saya emang belum pernah terpuaskan. Tapi kenapa harus terpuaskan? Karena orang lain juga bisa memuaskan hasrat melankolis mereka? kalo gitu saya sama aja, dong kayak orang lain. Harusnya engga gitu, dong. Emang, sih tulisan-tulisannya terkesan jujur karena emang dari hati. Cuman kok bisa, ya yang ada di hati saya akhir-akhir ini perasaan kayak gitu terus? Ya, tau sendiri lah perasaan kayak gimana. Rasanya udah ga mood buat nulis tulisan-tulisan kocak dan aneh kayak dulu. Padahal kalo menurut saya, tulisan-tulisan itu cukup merepresentasikan pandangan positif terhadap hidup; bahwa dari apapun yang terjadi selalu ada hal-hal menarik yang bisa ditertawakan dan diambil pelajarannya. Mungkin saya males karena tulisan kayak gitu jadinya suka panjang dan jarang ada orang yang baca.

Berarti kembali lagi pada niat menulis. Kenapa saya bikin blog? Apa karena pengen dibaca orang? diperhatikan orang? kalo gitu, apakah perasaan melankolis ini terus-menerus saya rasakan karena selalu mendapat perhatian lebih dari orang-orang? Hmmm...jangan-jangan bener. Secara gitu saya ngeliat di mana-mana kayaknya sentimentalitas adalah sesuatu yang lagi ngetop akhir-akhir ini. Bikin apapun dengan kata "Cinta" di dalemnya, pasti bakal dengan mudah narik perhatian orang. Waduh...waduh.....kembali luruskan niat. Ngeblog karena Allah (wues, berat banget). Engga juga, deng. Ngeblog karena pengen nulis. Just for the hell of it. Itu aja. Luruskan niat, luruskan niat!

hmmm....jadi kalo gitu, mari kita berpikir lebih jauh, ke arah yang lebih ngaco. Kalo saya berhasil meluruskan niat dan membuat blog saya benar-benar strange, berarti blog saya akan kembali ga laku. Karena tulisan-tulisan sentimental akan berkurang, orang-orang jadi ga merhatiin. Berarti, hanya untuk membuat blog saya laku dan dibaca orang, SAYA HARUS MENGUBAH DUNIA.

Keren. Itu artinya saya harus bisa mengubah persepsi orang-orang, nyadarin orang-orang kalo aneh itu keren. Ribet juga, ya kalo udah jadi kayak gini? Hahahahahaha......tapi menarik. Idenya terdengar gila. Saya suka ide-ide kayak gitu. Saya suka ide ngebunuh tikus pake dinamit yang bakal ngehancurin rumahnya sekalian daripada cuman ngebunuh tikus pake racun doang. Jadi, daripada bikin blog yang laku, mendingan bikin blog yang "gue banget", lalu ubah persepsi orang-orang supaya mau baca. DAN TULISAN INI PUN MAKIN GA JELAS.

Baguslah, sekali-kali bikin tulisan ga jelas gapapa kan? Blog saya ini....

8.12.2009

Adil? (judul yang ga nyambung sama isi postingan)

Setidak adil apapun hidup, namun semuanya merupakan konsekuensi dari pilihan-pilihan kita di masa lalu. Kalau merasa bahwa hidup ini tidak adil, yah....apa, ya? saya ga bisa ngasi nasihat uy. Pokoknya kita selalu dihadapkan pada berbagai pilihan. Masing-masing pilihan punya konsekuensinya masing-masing. Pilihan kita di masa lalu menentukan hidup seperti apa yang kita jalani sekarang. Jadi bukan salah takdir, bukan salah orang lain, bukan salah Allah, tapi salah kita. Suruh siapa ngambil keputusan yang bikin hidup kita jadi kayak gini?

Haruskah menyesal?

Kalo menurut Paul Arden, keputusan yang kita ambil pada suatu saat adalah keputusan terbaik yang bisa kita ambil di saat itu. Seandainya ada keputusan yang lebih baik yang bisa kita ambil, tentu saja kita akan mengambil keputusan itu. Jadi untuk apa menyesal? Lebih baik memikirkan keputusan yang harus diambil sekarang supaya hidup kita di masa depan bisa jadi lebih baik. Kalo putus cinta, ya itu akibat dari keputusan kita untuk jatuh cinta; kalo ga lulus ujian, ya itu akibat dari keputusan kita untuk ikut ujian; kalo jatuh dari motor, ya itu akibat dari keputusan kita untuk naek motor; kalo ada sumur di ladang, ya bolehlah kita menumpang mandi (ga nyambung :p).

Jadi intinya rasa gelisah, lelah, jenuh, kesal, capek, yang saya alami sekarang dalam usaha untuk mendapatkan hati seorang wanita adalah akibat dari keputusan saya di masa lalu untuk melakukannya. Suruh siapa jatuh cinta? Sekarang saya harus mengambil keputusan kalau ingin merubah keadaan: lanjutkan usaha atau berhenti. Gimana, ya?!

(yah...kok akhirnya kayak gini, sih?)